Tanggal 22 Mei lalu tepatnya jam 1 pagi, gue browsing n download lagu sambil menyaksikan pertandingan final liga Champion yang mempertemukan 2 kesebelasan dari Inggris yaitu Manchester United (MU) dan Chelsea. Setelah 2 babak, skor kedua kesebelasan tersebut adalah 1-1 dimana gol dari kesebelasan MU dicetak oleh Christiano Ronaldo sementara gol dari kesebelasan Chelsea dicetak oleh Frank Lampard. Pertandingan akhirnya harus ditentukan pemenangnya melalui adu penalti setelah skor tersebut tidak berubah melalui perpanjangan waktu 2×15 menit. Setelah drama adu penalti yang menegangkan, MU akhirnya berhasil menang dan menjadi juara liga Champion tahun ini setelah tendangan penalti dari Anelka (Chelsea) berhasil ditahan oleh kiper MU (Van Der Sar). Yang membuat gue sedih adalah, setelah pertandingan, kamera terus menyorot Terry (kapten kesebelasan Chelsea) yang terus menangis karena merasa sangat terpukul setelah tendangan penalti ke-5 yang akan mengantar Chelsea menjadi juara baru, gagal dieksekusi olehnya karena terpeleset akibat lapangan yang licin sehabis hujan. Sebelumnya di tendangan penalti ke-3 kalau nggak salah, Christiano Ronaldo dari kesebelasan MU juga gagal memasukkan bola, sehingga dia terlihat sangat bahagia setelah akhirnya MU berhasil menang (tentu aja, kalau MU sampai kalah, si bintang besar inilah yang akan jadi kambing hitam atas kalahnya tim MU). Setelah tendangan Anelka berhasil ditahan oleh kiper dari MU, kamera langsung menyorot Ronaldo yang langsung berbaring di lapangan sambil menutup wajahnya dengan telapak tangan ( mungkin dia juga nangis, tapi yang jelas tangis bahagia, bukan tangisan penuh rasa bersalah seperti Terry).
Komentar pribadi:
Sepertinya, menanggung kekalahan group yang disebabkan kesalahan pribadi memang lebih menyakitkan dibanding menanggung kekalahan secara individu,seperti yang dialami oleh Terry, yang pasti merasa dirinyalah yang menyebabkan Chelsea kalah, walaupun mungkin dia hanya sedang apes (bayangin aja, lapangan emang bechek (ngomongnya ala Cinta Laura), tapi kan cuman dia yang kepleset, yang laen nggak tu,moreover dia kepleset di tendangan penentuan, nah dia kurang apes apalagi coba). Masalahnya, hal ini pernah saya alami sendiri sehingga saya sangat mengerti perasaan Terry (halah, sotoy banget y gue hehe). Ceritanya begini nih, dulu sewaktu kelas 3 SMA, gue pernah ngikutin lomba tenis meja antar sekolah, ada 3 orang dari setiap tim, salah satunya gue yang waktu itu turun di partai ganda dan tunggal kedua. Tim sekolah kami berhasil melaju sampai ke babak final, nah di babak final inilah ceritanya berawal, setelah tunggal pertama kalah, sebagai bagian dari strategi pelatih, gue nggak diturunkan di partai ganda, melainkan sebagai tunggal kedua setelah akhirnya tim sekolah kami berhasil menyamakan kedudukan menjadi 1-1. Sebagai pemain penentu, tentu saja beban mental yang harus dipikul menjadi sangat berat. Setelah pertandingan 3 set kalo nggak salah, gue akhirnya harus menyerah kalah dari tim sekolah lawan. Gue cukup kecewa memang, tapi yang lebih menyakitkan adalah sikap dari salah satu anggota tim gue yang sepertinya menyalahkan gue atas kalahnya tim (ntah cuman perasaan gue ato gimana, dia sih nggak ngomong apa2 ke gue, cuman air mukanya itu lho, sepertinya kesel banget, sangat beda dengan perlakuan anggota tim yang satunya lagi). Beda kalau kita hanya menanggung kekalahan secara individu, yang jelas, di tahun yang sama, gue juga kalah di pertandingan catur dengan musuh bebuyutan gue sejak SMP kelas 3 ( hiperbol banget yah bahasanya hehe), lawan yang paling gue segani selama 6 tahun ikut pertandingan catur sekolah, perasaannya sedikit kecewa, tapi sangat berbeda dibandingkan kekecewaan karena kesalahan elo yang menyebabkan kekalahan tim (yang ini berpuluh2 kali lipat nyeseknya hehe). Sayang setelah lulus SMA, dua olahraga ini sudah gue tinggalkan, termasuk badminton dan voli yang pernah gue tekuni dulu. Jadi kangennnn……………hehehe, terutama ama tenis meja. T.T
Komentar nggak penting:
Frank Lampard cakep euy hahaha ( bagi para pembaca, jangan protes! namanya juga komen nggak penting hehehe. walaupun ini pertandingan olahraga, cowo yang bening nggak boleh lolos dari pengawasan dunk wkwkwk)
Tulis sebuah Komentar