Seminggu yg lalu, dari tanggal 11-18 Mei, gue ngendon terus nih di kamar dalam rangka menyaksikan piala Thomas n Uber cup yg ditayangin secara langsung di trans tv hehe. Sayangnya, baik tim Thomas maupun Uber Indonesia yang gue dukung kalah semua hiks2.

Sekedar pemberitahuan, tim Uber Indonesia melaju ke final setelah mengalahkan tim Uber Jepang dan Belanda di babak penyisihan, Hongkong di quarter final, dan Jerman di semifinal sebelum akhirnya dikalahkan oleh tim Cina di final. Yah sebenarnya gue juga nggak terlalu berharap sih tim Uber Indonesia bisa menang dari Cina, kelihatannya hanya keajaibanlah yang bisa membuat mereka menang (^.^), walaupun begitu gue berharap bisa melihat pertandingan yang seru antara kedua tim tersebut. Sayang pertandingan hanya berlangsung sampai partai ke-3 karena Indonesia kalah 3-0 dari Cina. Partai pertama dan ketiga tidak terlalu seru karena tunggal pertama dan kedua yang diturunkan Indonesia mempunyai perbedaan peringkat yang cukup jauh dengan xie xi fang dan lu lan ( tunggal pertama dan kedua dari Cina) yang mempunyai peringkat 1 dan 2 dunia. Satu-satunya partai yang seru adalah partai kedua yang menampilkan pasangan ganda pertama dari masing-masing negara. Indonesia memberikan perlawanan yang keras dan sangat tangguh sehingga merepotkan pasangan ganda dari Cina. Namun pertandingan akhirnya berhasil dimenangkan oleh Cina dengan rubber set (tiga set).

Satu peristiwa yang gue inget dari pertandingan ini adalah pada saat skor 16-16 di set yang ketiga, kamera tiba-tiba menyorot pada ketua KONI yang sedang khusyuk berdoa sambil komat kamit, lucunya, setelah itu, bukannya tim Indonesia menang dan mencuri 1 point dari Cina, malah skor pasangan ganda Indonesia itu tidak bertambah lagi dan stuck di angka 16 sampai dengan akhir pertandingan set ketiga yang akhirnya dimenangkan pasangan ganda Cina dengan skor 21-16. Ternyata doanya nggak manjur y hahaha.

Sedangkan dari tim Thomas, Indonesia hanya melaju sampai babak semifinal setelah mengalahkan Thailand dan Jerman di babak penyisihan dan Inggris di quarter final sebelum akhirnya harus mengakui kehebatan tim Thomas Korea di babak semifinal. Tim Thomas Korea kemudian melaju ke babak final menghadapi Tim Thomas Cina setelah mengalahkan Indonesia dengan skor 3-0. Hal yang sama sekali nggak gue sangka karena secara peringkat, pemain Indonesia masih lebih unggul dibanding pemain-pemain dari Korea. Sony Dwi Kuncoro dan Taufik HIdayat ( tunggal pertama dan kedua dari Indonesia) harus menyerah kalah dari Park S H dan Lee Hyun Il ( tunggal pertama dan kedua dari Korea), bahkan pasangan ganda Markis Kido dan Hendra Setiawan dari Indonesia yang merupakan peringkat pertama dunia saat ini berhasil ditundukkan oleh Lee Yong Dae dan ………(sori, gue lupa namanya hehe) dari Korea yang saat ini berada di peringkat ketiga dunia. Walaupun tim Thomas Indonesia telah kalah, gue tetep nonton final Thomas Cup yang mempertemukan tim Cina dan Korea (harus dunk, final kan yang paling seru, 2 tim yang paling kuat akan bertanding memperebutkan piala Thomas). Skor akhir dari pertandingan Cina vs Korea adalah 3-1. Satu-satunya kemenangan korea diraih oleh pasangan ganda pertama yang menundukkan Markis Kido dan Hendra Setiawan di babak semifinal, yang kemudian menundukkan pasangan Cina yang saat ini merupakan peringkat kedua dunia. Salut d buat mereka, peringkat satu dan dua dunia berhasil disikat ma mereka ^^. Sedangkan kemenangan Cina diraih oleh Lin Dan (tunggal pertama dari Cina) yang menundukkan Park S H (tunggal pertama dari Korea), Bao Cun Lai (tunggal kedua Cina) yang mengalahkan Lee Hyun Il ( tunggal kedua Korea), dan penentu kemenangan adalah pasangan ganda kedua dari Cina yang mengalahkan pasangan ganda kedua dari Korea dengan dua set langsung.

Akhir kata, walaupun sedih tim Indonesia kalah, gue ngucapin selamat d buat tim Thomas Cina yang berhasil meraih piala Thomas untuk yang ke-7 kalinya dan tim Uber Cina yang meraih piala Uber untuk yang ke-11 kalinya.

Tulis sebuah Komentar

*
*