Beberapa hari yang lalu, gue baca sebuah novel yang berjudul 3600 detik, nama pengarangnya adalah Charon. Eitt, jangan berpikir kalau cerita novel ini berhubungan dengan pembunuhan atau minimal ada kaitannya sedikit dengan film seri barat 24 hours seperti yang dipikirkan pertama kali oleh teman gue ketika gue nyeritain tentang novel ini. Kenyataannya novel ini sama sekali tidak ada hubungannya dengan pembunuhan atau semacamnya, bahkan jauh sekali.
Novel ini menceritakan tentang seorang cewek bernama Sandra yang menjadi anak korban perceraian kedua orangtuanya, terlebih lagi dia kemudian ditinggal keluar negeri oleh ayahnya dan diasuh oleh ibunya yang tidak akur dengannya sehingga dia pun kehilangan kepercayaan terhadap satu-satunya orang yang paling disayangi sekaligus dipercayainya. Sebagai wujud protesnya, dia pun kemudian berusahan merusak hidupnya sendiri, mulai dari merokok, bolos sekolah, melawan guru-guru dll yang mengakibatkan dia dikeluarkan oleh sekolahnya dan berakhir dengan gonta-ganti sekolah. Setelah ibunya pindah ke kota baru karena pekerjaannya, Sandra pun mengikuti kepindahan ibunya dan bersekolah di sekolah baru. Lingkungan baru yang diharapkan ibunya dapat memberikan awal yang baru bagi mereka berdua akhirnya dapat terwujud setelah melalui berbagai peristiwa. Di sekolah baru ini, Sandra bertemu dengan seorang cowok bernama Leon yang mengajarkan tentang arti hidup, makna keluarga dan bersedia menjadi teman yang baik bagi Sandra di saat semua orang menjauhi gadis urakan sepertinya, dan juga seorang wali kelas yang bersikap mengayomi, bukan menghakimi, dan bersedia memberikan kesempatan kedua untuknya di saat kebanyakan sekolah memutuskan cara yang terbaik adalah dengan mengeluarkan anak-anak bermasalah sepertinya. Lambat laun Sandra pun mulai berubah dan hubungannya dengan ibunya pun mulai membaik. Sayang, Leon ternyata adalah anak yang mempunyai kelainan jantung sejak lahir. Akhirnya dapat ditebak, Leon meninggal sewaktu menjalani operasi jantung, sebuah operasi yang sempat ditentang oleh kedua orangtuanya dan juga Sandra, karena operasi ini sangat beresiko, kemungkinannya 50-50 antara sembuh total atau malah meninggal. Namun sebelum Leon meninggal, dia telah mencicipi kehidupan yang cukup normal bersama Sandra, kehidupan yang tidak pernah diperolehnya sejak kanak-kanak karena penyakit yang dideritanya. Dia juga telah mengubah seorang anak gadis urakan untuk kemudian berhenti merusak kehidupannya sendiri dan malah akhirnya melanjutkan cita-cita Leon untuk menjadi dokter dengan tekad menyembuhkan anak-anak yang sakit seperti Leon.
Komentar gue adalah, walaupun ide novel ini mungkin sudah bukan hal baru, namun sang penulis mampu menggugah perasaan pembaca dengan caranya sendiri, bagaimana hubungan Sandra dengan kedua orang tuanya yang akhirnya membaik, kematian Leon yang telah mengubah Sandra ke arah yang lebih baik dan bagaimana sikap seorang guru yang mau memberikan kesempatan kedua bagi seorang anak bermasalah telah ikut berjasa membawa perubahan bagi Sandra. Membaca novel ini, gue jadi teringat ma2 gue, gue jadi bener2 menyadari bahwa ketika kita melawan atau berkata kasar pada orangtua kita, mereka pasti akan merasa sangat sedih, kecewa dan terluka, walaupun mungkin mereka tidak menunjukkannya secara terang-terangan di hadapan kita. Buat Ma2, I apologize for every little thing I’ve done that make you cry, make you hurt, I really don’t mean it, sorry Mom, I love you.
Satu komentar
WUakaka…
pemirsa sekalian (kaya presenter aja)
yang dimaksud Link ‘temen yang mikir klo buku 3600 detik na adalah eCha (pengakuan dosa) jadi malu..
Ohya Link, btw dari cerita itu apanya yang 3600 detik? operasi si Leon ya?
Tulis sebuah Komentar